Kenapa Sih Gigi Bisa Menguning? Yuk, Cari Tahu 7 Penyebab dan Solusinya!

Pernahkah Anda bercermin di pagi hari dan merasa senyum Anda tidak secerah dulu?

Memiliki gigi yang perlahan berubah warna jadi kekuningan itu sebenarnya adalah hal yang sangat wajar dan dialami hampir semua orang, lho.
Banyak orang langsung merasa bersalah dan berpikir, “Duh, apa karena saya kurang bersih sikat giginya, ya?”
Kenyataannya, gigi menguning tidak selalu karena malas sikat gigi. Ada banyak faktor tak terduga di balik berubahnya warna senyum Anda.

Biar tidak penasaran, yuk kita cek 7 penyebab utamanya !

1. Menu Makanan dan Minuman Kita Sehari-hari.

Coba ingat-ingat, apa minuman wajib Anda setiap pagi? Kopi atau teh? Dua minuman favorit ini memiliki zat warna alami yang sangat kuat (disebut kromogen dan tanin). Jika dikonsumsi setiap hari, zat warna tersebut bisa menempel dan meninggalkan noda di lapisan luar gigi Anda.
Selain kopi dan teh, minuman bersoda, bumbu kari, saus tomat, dan kecap manis juga bisa memberikan efek yang sama jika kita tidak langsung membilasnya.

2. Kebiasaan Merokok atau Ngevape.

Bagi Anda yang merokok atau menggunakan rokok elektrik, ini adalah musuh utama dari gigi putih. Nikotin sebenarnya tidak berwarna tapi akan berubah menjadi kuning pekat saat terkena oksigen dan bisa membuat gigi menguning dengan sangat cepat.

3. Faktor Usia (Proses Alami lapisan Gigi Menipis).

Ini adalah faktor alami yang tidak bisa kita hindari. Gigi kita itu memiliki dua lapisan utama:
Lapisan luar bernama enamel (warnanya putih).
Lapisan dalam bernama dentin (warnanya secara alami kuning).
Seiring bertambahnya usia, lapisan putih yang di luar akan perlahan menipis karena dipakai mengunyah makanan setiap hari. Ketika lapisan putih ini menipis, warna kuning dari lapisan dalam gigi akan mulai “mengintip” keluar. Jadi, wajar sekali kalau semakin dewasa, gigi kita terlihat agak menguning.

4. Faktor Genetik (Keturunan dari Orang Tua).

Sama seperti warna kulit atau bentuk rambut, warna dasar gigi kita sebenarnya juga diwariskan dari orang tua. Ada orang yang terlahir beruntung dengan lapisan enamel gigi yang tebal dan putih pekat. Namun, ada juga orang yang secara genetik memiliki lapisan enamel yang lebih tipis atau warna dentin yang memang lebih kuning sejak lahir.

5. Efek Samping Obat-obatan Masa Lalu.

Beberapa jenis obat ternyata bisa mengubah warna gigi dari dalam. Salah satu yang paling sering adalah antibiotik jenis Tetrasiklin atau Doksisiklin. Jika obat ini dikonsumsi oleh ibu hamil (pada trimester kedua/ketiga) atau oleh anak-anak di bawah usia 8 tahun saat gigi sedang terbentuk, gigi yang tumbuh nantinya bisa berwarna kuning kecokelatan atau keabu-abuan.

6. Plak dan Karang Gigi yang Menumpuk.

Jika kita kurang bersih saat menyikat gigi, sisa makanan akan membentuk lapisan lengket yang penuh bakteri bernama plak. Kalau plak ini dibiarkan, lama-kelamaan dia akan mengeras menjadi karang gigi. Nah, karang gigi ini punya sifat seperti spons: sangat mudah menyerap warna dari apa pun yang kita makan dan minum. Akibatnya, gigi jadi terlihat kusam dan kekuningan.

7. Pernah Mengalami Benturan atau Cedera Gigi
Pernahkah gigi Anda terbentur keras saat olahraga atau kecelakaan waktu kecil?

Cedera seperti ini bisa merusak aliran darah dan saraf di dalam gigi. Sebagai bentuk pertahanan diri, bagian dalam gigi akan memproduksi jaringan baru yang lebih tebal, atau sarafnya mati, sehingga gigi berubah warna menjadi kuning gelap, abu-abu, atau kehitaman.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu pasrah begitu saja. Penanganan gigi kuning akan disesuaikan oleh dokter gigi berdasarkan penyebabnya:

Jika gigi kuning disebabkan oleh plak, karang gigi, dan noda kopi/rokok. Prosedur scaling di dokter gigi adalah solusi pertama yang wajib dilakukan.

  • Pemutihan Gigi Profesional ( Bleaching )

Jika noda kuningnya sudah menyerap ke enamel, dokter gigi bisa memberikan perawat an bleaching menggunakan gel khusus yang aman untuk mengembalikan kecerahan gigi Anda.

  • Veneer atau Mahkota Gigi ( Crown )

Jika gigi Anda menguning karena faktor usia, genetik, obat tetrasiklin, atau cedera saraf, warna kuningnya berasal dari dalam gigi. Solusi terbaiknya adalah dengan veneer atau crown untuk “menutup” warna kuning tersebut dengan lapisan estetis yang putih alami.

Tips Mandiri Dari Rumah!

Yuk, Jadwalkan ke Dokter Gigi!

Sumber Referensi Terpercaya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top