Perubahan warna gigi atau tooth discoloration pada anak sering kali membuat orang tua khawatir.
Gigi yang berubah menjadi kuning, cokelat, atau muncul bercak putih belum tentu menandakan kerusakan gigi yang serius. Dalam banyak kasus, perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti makanan atau kebersihan mulut yang kurang baik. Namun, pada kondisi tertentu, perubahan warna juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada enamel, trauma gigi, atau masalah kesehatan lainnya.
Memahami penyebab tooth discoloration pada anak dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan gigi si kecil.
Apa Itu Tooth Discoloration?
Tooth discoloration adalah perubahan warna gigi dari warna normalnya, baik pada gigi susu maupun gigi permanen.
Secara umum,perubahan warna gigi dibagi menjadi dua jenis :
1. Extrinsic discoloration
(pewarnaan ekstrinsik), yaitu noda yang muncul pada permukaan gigi akibat plak, makanan, minuman, atau zat tertentu.
2. Intrinsic discoloration
(pewarnaan intrinsik), yaitu perubahan warna yang berasal dari bagian dalam gigi akibat gangguan perkembangan gigi, trauma, obat-obatan, atau kondisi medis tertentu.
Penyebab Tooth Discoloration pada Anak :
1. Kebersihan Mulut yang Kurang Optimal
Penumpukan plak dan karang gigi merupakan penyebab paling umum perubahan warna gigi pada anak. Jika gigi tidak dibersihkan secara rutin, noda dapat menumpuk sehingga gigi tampak kuning atau kecokelatan.
2. Makanan dan Minuman Berwarna
Minuman atau makanan dengan pigmen kuat, seperti teh, cokelat, minuman berwarna, atau buah beri, dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi, terutama jika kebersihan mulut kurang terjaga.
3. Trauma pada Gigi
Benturan saat bermain dapat menyebabkan pembuluh darah di dalam gigi rusak. Akibatnya, gigi dapat berubah menjadi abu-abu, cokelat, atau bahkan kehitaman. Pada gigi susu, perubahan warna setelah trauma tidak selalu berarti gigi telah mati, tetapi tetap memerlukan evaluasi oleh dokter gigi.
4. Penggunaan Antibiotik Tertentu
Antibiotik golongan tetrasiklin yang digunakan selama masa pembentukan gigi dapat menyebabkan perubahan warna intrinsik yang bersifat permanen. Oleh karena itu, obat ini umumnya tidak diberikan kepada anak di bawah usia 8 tahun, kecuali dalam kondisi medis tertentu.
5. Fluorosis
Paparan fluoride yang berlebihan selama masa pembentukan gigi dapat menyebabkan fluorosis, yang ditandai dengan bercak putih hingga cokelat pada enamel. Fluoride tetap penting untuk mencegah gigi berlubang, tetapi penggunaannya perlu sesuai dengan usia dan dosis yang dianjurkan.
6. Kelainan Perkembangan Enamel
Beberapa anak mengalami gangguan pembentukan enamel, seperti enamel hypoplasia atau amelogenesis imperfecta. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi tampak putih, kuning, cokelat, serta lebih mudah mengalami kerusakan.
Kapan Orang Tua Perlu Membawa Anak ke Dokter Gigi? Segera konsultasikan dengan dokter gigi apabila :
- Perubahan warna terjadi secara tiba-tiba.
- Gigi berubah menjadi abu-abu atau hitam setelah benturan.
- Muncul bercak putih, cokelat, atau hitam yang tidak dapat dibersihkan.
- Perubahan warna disertai nyeri, bengkak, atau gigi goyang.
- Perubahan warna menetap meskipun kebersihan gigi sudah baik.
Bagaimana Cara Mengatasi Tooth Discoloration? Penanganan bergantung pada penyebabnya.
Dokter gigi dapat merekomendasikan :
- Pembersihan profesional untuk menghilangkan noda ekstrinsik.
- Perawatan gigi berlubang jika perubahan warna disebabkan oleh karies.
- Pemantauan pada gigi yang mengalami trauma.
- Perawatan restoratif, seperti bonding atau veneer pada kasus tertentu, terutama pada gigi permanen dengan indikasi yang sesuai saat pasien berusia dewasa.
- Penanganan khusus apabila terdapat kelainan perkembangan enamel atau penyakit sistemik.
Cara Mencegah Perubahan Warna Gigi pada Anak, Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga warna alami gigi anak :
- Membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda.
- Mengajarkan anak berkumur atau minum air putih setelah mengonsumsi makanan berwarna.
- Menghindari penggunaan antibiotik tanpa indikasi medis.
- Menggunakan pasta gigi berfluoride dan sikat gigi sesuai anjuran dokter gigi.
- Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan.
Kesimpulan
Tooth discoloration pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari plak, makanan, trauma, fluorosis, hingga gangguan perkembangan enamel. Sebagian besar kasus dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Jika perubahan warna muncul secara tiba-tiba, menetap, atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber Referensi Terpercaya
- Kadam SJ, et al. Understanding the Reasons for Tooth Discoloration in Children and Their Management : A Narrative Review. European Journal of Dental and Oral Health.
- McTigue DJ. Pediatric Dentistry – Tooth Discoloration. Dental Clinics of North America.



